SAHABAT TAK BERKACA
Dampak
hidup dikelilingi butiran luka
Ku
kehilangan akal dalam logika
Berjalan
lurus menunduk muka
Tak
tentu arah bagai semut baka
Dimana
lagi harus ke temukan dia
Sosok
teman yang dulu berjanji setia
Menemani
dalam suka duka
Ternyata
hilang begitu saja
Kau
yang dulu menjadi buku diariku
Kini
malah jadi penghambat dalam mimpiku
Kau
yang dulu cerminan semangatku
Kini
jadi tembok pelawan harapanku
Mungkin
kau terlalu terbuai akan cinta
Hingga kau
rela dipermainkan olehnya
Kau tega pecahkan
gelas persahabatan
Demi
mendapat cangkir tanda percintaan
Tak
penting juga diriku kecewa
Tentang
salah memandang sosok wibawa
Yang
penting kau bahagia satu jiwa
Habiskan
masa nafas satu nyawa
Biarlah kau lupa aku dan masa lalumu
Asal bisa
kau capai sendiri masa depanmu
Biarlah
kau lupa aku temanmu
Asal
jangan kau lupa siapa sebenarnya dirimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar